Breaking

Minggu, 10 Februari 2019

Dikabarkan Pailit, Advan Klaim Bisnis Tumbuh Sehat


Selaku pemegang PC Tablet Advan dan merek ponsel, PT Bangga Teknologi Indonesia mengungkapkan bahwa bisnis berjalan dengan sehat dan baik. Kendatipun demikian dari keterangan ungakapan tersebut muncul lantaran untuk mempertahankan kredibilitas yang menurun yang disebabkan isi mis informasi kepailitan.

Bentuk sehatnya bisnis Advan salah satu nya seperti produktivitas pabrik Advan terkait perangkat PC Tablet dan perakitan ponsel.

Ketika melakukan konferensi pers konfirmasi kepailitan di daerah Menteng, Jakarta Pusat pada Jum’at 8 Februari 2019, Ellen Angerani Gunawan selaku General Manager Sales Advan menuturkan bahwa 30 ribu unit smartphone per hari yang dirakit di pabrik Advan. Kuantitas produksi masih fluktuatif namun ada beberapa masa kita full capacity.

Di tahun ini Ellen juga menjelaskan bahwa pihaknya bakal mengeluarkan dua produk setiap kuartalnya. Fokus Advan pada 2019 bakal fokus untuk menggarap di segmen ponsel low-end.
Ellen menuturkan yakni 2019, bakal memenuhi produk di level dengan banderol Rp. 800 ribu dan Rp. 1,5 juta. Namun untuk tipe high-end dalam satu semester maksimum kami cuma dua tipe saja yakni yang banderolnya Rp 2 juta ke atas. NAdvan pun menargetkan peningkatan penjualan hingga 20n persen di tahun sekarang 2019 dari tahun sebelum-sebelumnya. Pihaknya mengeluarkan uang yang besar untuk divisi penelitian dan pengembangan (R&D). Kini Advan mempunyai pusat R&D di China.

Lewbih lanjut, Ellen menyebutkan yakni tingkat tertinggi diantara merek ponsel lokal yaitu Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang dimiliki oleh Advan. Adapun dari tingkat pencaiananya yaitu hingga 35,2 dari TKDN dalam setiap perangkat Advan, yang mana sebelumnya perangkat TKDN Advan mencapai kisaran 34 persen.

Kemudian di Semarang inilah yang mana peraihannya dalam penghargan untuk Advan yang pernah di capai yang mangacu pada sehatnya bisnis Advan.

Kendatipun demikian Mohamad  Ilham Pratama selaku Public Relation Manager, dalam kesempatan yang sama, ia menjelaskan bahwa dampak akibat dari misinformasi kepailitan memang tak berdampak langsung terhadap penjualan. Namun banyak pihak khususnya dealer utama dan toko yang mempertanyakan terkait kredibilitas.

 Ilham menuturkan bahwa dampaknya jika ke penjulan secara signifikan belum, namun lebih ke mitra-mitra bisnis master dealer mereka tanya kebenaran pailit dan mungkin persepsi maysarakat umum yang sudah membaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar